Hai sahabat tabloidhitz masih dari pulau Sumatera setelah sebelumnya kita berkunjung ke taman nasional Way kambas di Provinsi lampung, yang menjadi pusat perlindungan gajah Sumatera. Kali ini kita menuju provinsi Sumatera Utara tepatnya di taman Nasional Bukit lawing. Selain menjadi pusat perlindungan Orang Utan. Tempat ini juga menjadi tempat berlinding bagi Kedih.
Foto-foto yang tayang di channel youtube irrfantraveller ini adalah foto yang Irfan ambil saat berkunjung ke taman nasional bukit lawang di tanggal 25 April 2011.

Kedih, atau yang memiliki nama ilmiah Presbytis thomasi, adalah satwa endemik yang hanya bisa ditemukan di Pulau Sumatera. Menurut informasi terbaru, populasi primata unik ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 2.000 ekor di alam liar [00:11]. Wilayah persebarannya cukup terbatas, mencakup Provinsi Aceh dan sebagian Sumatera Utara [00:25]. Habitat utama mereka tersebar mulai dari Simpang Kiri (Aceh Selatan), Sikundur, Taman Nasional Gunung Leuser, hingga Jantho (Aceh Besar). Di Sumatera Utara, primata ini bisa ditemukan di Langkat, Sungai Wampu, dan Taman Nasional Bukit Lawang [00:45].
Penampilan Fisik yang Sangat Berbeda
Jika dibandingkan dengan primata lain, Kedih memiliki ciri fisik yang sangat mencolok dan membedakannya. Kedih memiliki jambul yang khas di kepalanya [01:16]. Wajahnya berbentuk bulat dengan dominasi warna hitam keabu-abuan, yang dihiasi aksen warna putih kontras di sekitar mata dan bagian jambulnya [01:26].
Berbeda dengan Orangutan yang didominasi warna kuning kemerahan, tubuh Kedih diselimuti bulu berwarna hitam keabu-abuan, kecuali pada bagian dada yang berwarna putih bersih [01:51]. Satu ciri khas yang membuatnya mudah dikenali adalah area mulut dan hidungnya yang menonjolkan warna cokelat. Kombinasi warna di wajahnya ini membuat Kedih sering dijuluki primata berwajah sendu atau seperti hewan yang sedang bersedih [02:10]

Secara ukuran, Kedih termasuk primata berukuran sedang dengan tinggi tubuh berkisar antara 42 hingga 61 cm. Uniknya, mereka memiliki ekor yang lebih panjang dari tubuhnya, yakni mencapai 50 hingga 85 cm. Berat badan primata ini berkisar antara 5 hingga 8 kilogram [02:27].
Kehidupan Berkelompok dan Peran Pejantan
Kedih adalah satwa sosial yang hidup berkelompok. Satu kelompok biasanya terdiri dari belasan individu yang dipimpin oleh seekor Kedih jantan yang dominan, beserta para betina dan anak-anaknya [03:02]. Persaingan antar pejantan sangat ketat; pejantan harus bertarung untuk memperebutkan takhta pemimpin kelompok. Pejantan yang kalah akan diusir dari kelompok tersebut [03:24]. Pemimpin jantan ini memiliki tugas penting, yakni memantau keamanan kelompok dari ancaman predator dengan bertengger di dahan pohon yang paling tinggi [03:35].
Pola tidur mereka juga sangat bergantung pada hari. Pada siang hari, Kedih lebih banyak menghabiskan waktu di kerimbunan pohon, sedangkan pada malam hari mereka akan berpindah ke dahan yang lebih tinggi agar lebih aman dari ancaman [03:54]. Untuk urusan pakan, Kedih adalah hewan omnivora. Mereka memakan buah-buahan, dedaunan, dan bunga. Sesekali, mereka juga memangsa siput kecil dengan memanfaatkan struktur gigi mereka yang tajam [04:14].
Status Konservasi: Rentan Punah
Dengan populasinya yang tersisa sedikit, Kedih telah masuk dalam daftar merah IUCN dengan klasifikasi rentan atau terancam punah [00:25]. Pemerintah Indonesia secara resmi telah menetapkan Kedih sebagai jenis satwa liar yang wajib dilindungi melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PermenLHK) No. 106 Tahun 2018 [04:38].

Sama halnya dengan ancaman yang dihadapi Orangutan, populasi Kedih terus-menerus merosot. Berkurangnya populasi secara drastis ini diakibatkan oleh maraknya aktivitas penebangan hutan, alih fungsi lahan hutan menjadi kawasan pemukiman, perkebunan, pertambangan, hingga bencana kebakaran hutan [04:58].
Kelestarian Kedih kini berpacu dengan waktu. Langkah konservasi habitat yang nyata diperlukan agar primata berwajah sendu ini tidak tinggal menjadi cerita sejarah saja di masa depan.
(Sumber: YouTube / irfantraveller – https://www.youtube.com/watch?v=NfhVj1PPIbg)
Ingin travelling alam, sejarah, buday dan kuliner
Hubungi Irfantraveller Di WA 6281310219179 untuk wisata privat dan group
Instagram @irfantraveller
Tiktok @irfantraveller21
