Hai Sahabat tabloidhitz di tanggal 24-25 Desember 2018Irfan berkunjung konservasi gajah Sumatera yang ada di taman nasional Way kambas, Taman Nasional Way Kambas adalah kawasan konservasi alam dan perlindungan satwa langka yang terletak di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi LampungLampung.

Luasnya sekitar 125.621 hektare yang terdiri dari hutan rawa, padang rumput, semak belukar, dan hutan pantai.Di tempat ini Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) hidup
Saat masa kecil terutama generasi 80 dan 90 an tentu mengenal majalah Bobo. Majalah yang menjadi bacaan saat kanak-kanak itu memiliki karakter Bona seekor gajah lucu dan sahabat semua tokoh. Sayangnya dalam kegidupan nyata gajah Sumatera sedang menghadapi realita pahit di habitat aslinya. Sebagai satwa penjaga keseimbangan ekosistem hutan, Gajah Sumatera kini semakin terdesak dan populasonya terus menurun bahkan terancam punah bila tidak ada tindakan untuk mencegahnya.
Foto-foto gajah Sumatera yang Irfan tangkap saat berkunjung ke Taman Nasional Way kambas ini akhirnya Irfan jadikan video dengan judul “Gajah Sumatera satwa Penjaga Keseimbangan Alam Yang Hampir Punah”. Melalui Video ini kita akan mendapatkan gambaran populasi gajah yang hidup bebas di seluruh Pulau Sumatera kini diperkirakan hanya tersisa antara 924 hingga 1.359 ekor saja. Sejak tahun 2011, Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) telah resmi menetapkan Gajah Sumatera dalam status Critically Endangered atau sangat terancam punah.

3 Ancaman Utama yang Membunuh Gajah Sumatera
Berdasarkan dokumentasi Irfan Traveller, satwa herbivora raksasa ini terdesak ke ambang kepunahan akibat beberapa faktor utama yang diakibatkan oleh tangan manusia:
- Deforestasi dan Hilangnya Habitat
- Pembukaan lahan hutan secara masif yang dialihfungsikan menjadi area pemukiman, pertambangan, dan perkebunan (seperti kelapa sawit) telah merampas “rumah” sekaligus sumber pangan gajah. Padahal, gajah dewasa membutuhkan porsi makan yang luar biasa besar, yakni sekitar 140 hingga 270 kilogram tumbuhan setiap harinya. Semakin sempitnya habitat hutan berarti ancaman kelaparan dan meningkatnya potensi konflik mematikan dengan manusia.
- Kekejaman Perburuan Gading
- Kesinambungan hidup satwa ini juga ditebas oleh keserakahan manusia. Praktik perburuan liar perburuan gading masih terjadi karena nilainya yang fantastis di pasar gelap. Harga gading gajah mentah di pasar internasional bisa mencapai kisaran Rp 12 juta per kilogram. Bahkan untuk ukuran gading yang besar, nilainya bisa menembus angka Rp 1 miliar per batang.
- Proses Reproduksi yang Sangat Lambat
- Gajah memiliki masa kehamilan terpanjang di dunia mamalia, yakni memakan waktu hingga 18-22 bulan. Gajah betina pun baru siap bereproduksi di usia 15 hingga 16 tahun, dan biasanya hanya melahirkan satu ekor anak dalam satu periode kehamilan. Lambatnya laju reproduksi alami ini membuat populasi gajah sangat rentan dan sulit pulih jika terus diburu dan dirusak habitatnya.
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Menyelamatkan Gajah Sumatera bukan hanya tugas pemerintah atau polisi hutan semata, melainkan tanggung jawab kita bersama. Beberapa langkah nyata yang bisa masyarakat ambil antara lain:
Mendukung Konservasi Lewat Ekowisata: Anda dapat mengunjungi pusat konservasi seperti Taman Nasional Way Kambas. Di lahan seluas lebih dari 125.000 hektar tersebut, pengunjung bisa mendukung langsung pelestarian alam lewat ekowisata, melakukan jungle tracking, berkemah, sekaligus berinteraksi aman dengan gajah di bawah pengawasan ahli.- Tolak Produk Berbahan Gading: Putus mata rantai perburuan liar dengan cara menolak keras untuk membeli perhiasan, pipa rokok, atau barang kesenian apa pun yang terbuat dari gading gajah.
- Edukasi dan Suarakan Kesadaran: Manfaatkan media sosial Anda untuk mengedukasi lingkungan sekitar. Tonton dan bagikan konten-konten pelestarian satwa, seperti video Gajah Sumatera satwa Penjaga Keseimbangan Alam Yang Hampir Punah untuk membuka lebih banyak mata terhadap krisis ini.
Kepunahan adalah sebuah jalan buntu yang tak bisa diputar balik. Jangan sampai generasi anak cucu kita di masa depan hanya bisa mengenal wujud Gajah Sumatera lewat buku sejarah atau arsip internet. Mari kita mulai peduli dan wujudkan ruang hidup yang aman bagi mereka. Saatnya bertindak, sebelum belalai itu benar-benar lenyap dari Bumi Sumatera!
Yuk Video lengkapnya di Channel Youtube Irfantraveller https://www.youtube.com/watch?v=nQ3L4MMZD7U&t=76s
Suka berwisata alama, sejarah, buday dan kuliner
Hubungi Irfantraveller Di WA 6281310219179 untuk wisata privat dan group
Instagram @irfantraveller
Tiktok @irfantraveller21
