BATAM – halo sahabat Tabloidhitz, di awal bulan Oktober 2026 ini Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) mengadakan perhelatan akbar berupa Musyawarah Nasional (Munas) yang ke 8 dan suara pemilihan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HPI periode 2026–203 diadakan di Hotel Pacific Palace, Batam.
Kegiatan ini berlangsung hingga 8 Oktober 2026 dan dibuka dengan meriah melalui penampilan seni budaya Nusantara dan kehadiran peserta yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam hasil pemungutan suara pemilihan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HPI periode 2026–2031, bapak Revalino Tobing memperoleh suara terbanyak mengungguli kandidat dan lainnya dan akan memimpin Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HPI Periode selama 5 tahun mendatang.
Munas VIII HPI menjadi momentum penting bagi organisasi pramuwisata nasional dalam menentukan arah kepemimpinan dan program kerja untuk lima tahun ke depan.
Kental dengan Nuansa Budaya Nusantara
Pembukaan Munas VIII HPI berlangsung semarak dengan menampilkan keberagaman budaya Indonesia. Para peserta hadir mengenakan busana adat dari berbagai daerah, mencerminkan kekayaan tradisi dan identitas budaya Nusantara.
Sebagai tuan rumah, DPD HPI Kepulauan Riau turut memeriahkan acara dengan pertunjukan musik Melayu, berbalas pantun, serta tari kreasi Nusantara. Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah kepada para peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 HPI.
Lima Agenda Utama Munas VIII HPI
Sebanyak 22 perwakilan dari 35 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HPI di Indonesia tercatat hadir dalam pembukaan Munas VIII HPI 2026.
Munas ini tidak hanya menjadi forum pertanggungjawaban kepengurusan, tetapi juga wadah evaluasi dan perumusan kebijakan strategis bagi perkembangan profesi pramuwisata di Indonesia.
Terdapat lima agenda utama yang dibahas dalam musyawarah tersebut. Pertama, penyampaian laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat HPI periode 2021–2026. Kedua, pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta haluan organisasi.
Ketiga, pemilihan Ketua Umum DPP HPI periode 2026–2031. Keempat, perumusan rekomendasi kebijakan dan standardisasi profesi pramuwisata. Kelima, pengembangan jejaring bisnis dan kegiatan tourism excursion di Kepulauan Riau.
Rangkaian agenda tersebut diharapkan menjadi landasan bagi penguatan organisasi, peningkatan profesionalisme pramuwisata, serta pengembangan jejaring pariwisata antardaerah.
Mengenal Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI)
Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dalam bahasa Inggris di sebut Indonesian Tourist Guide Association (ITGA adalah organisasi profesi yang mewadahi para pramuwisata atau pemandu wisata (tour guide) di Indonesia.
- Sejarah Singkat: Bermula dari Himpunan Duta Wisata Indonesia (HDWI) yang didirikan di Kuta, Bali pada 27 Maret 1983, kemudian disahkan namanya menjadi HPI pada 5 Oktober 1988 di Palembang.
- Sifat Organisasi: Organisasi profesi yang mandiri, non-politik, dan diakui secara resmi oleh pemerintah sebagai mitra kerja Dinas Pariwisata.
- Struktur Kepengurusan:
- DPP (Dewan Pimpinan Pusat) di tingkat nasional.
- DPD (Dewan Pimpinan Daerah) di tingkat provinsi
- DPC (Dewan Pimpinan Cabang) di tingkat kabupaten/kota.
- Fungsi dan Tugas: Mengkoordinasikan pramuwisata berlisensi dan bersertifikat, mengadakan pendidikan dan pelatihan (diklat), menetapkan standar layanan (guide fee), serta mendukung pengembangan destinasi wisata daer

