Reporter/Pewawancara: Irfantraveller | Tim Media TabloidHitz
Halo sahabat tabloidhitz, beberapa waktu yang lalu Irfan bersama rekan-rekan Himpunan Pramuwisayta Indonesia (HPI) berkunjung ke pengrajin wayang golek yang berada di Jawa Barat lokasinya di Kampung Cikarawang, Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,
Namanya adalah wayang golek melalui Wayang Golek Waris. Sudah ada sejak 1987 dan telah mencatat pengalaman menembus pasar di luar Indonesia.
Karya Golek Waris pernah menerima pesanan cendera mata berupa maskot untuk ajang olahraga internasional di Catalonia, Spanyol. Karyanya juga telah dipasarkan ke Jerman dan Jepang, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa kerajinan tradisional Jawa Barat dapat menjangkau pasar global.
Kiprah Wayang Golek Waris dari Cikarawang
Wayang Golek Waris dirintis dan ditekuni Risna Jaya sejak 1987. Usaha ini berawal dari keterampilan mengukir kayu, yang kemudian menjadi dasar bagi lahirnya karya-karya wayang golek dari Kampung Cikarawang, Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam perjalanannya, Golek Waris tidak hanya mengerjakan karya untuk lingkungan sekitar. Karya tersebut pernah menerima pesanan cendera mata berupa maskot untuk ajang olahraga internasional di Catalonia, Spanyol.
Karya Golek Waris juga telah dipasarkan ke Jerman dan Jepang. Jejak pemasaran tersebut memperlihatkan bahwa kerajinan tradisional Jawa Barat memiliki ruang untuk dikenal dan diterima di pasar global.
| Capaian lintas batas Pengalaman menerima pesanan maskot untuk ajang olahraga internasional di Catalonia, Spanyol, serta pemasaran karya ke Jerman dan Jepang menunjukkan jangkauan Wayang Golek Waris melampaui daerah asalnya. |
Sekilas Sejarah Wayang Golek di Jawa Barat
Secara umum, seni pertunjukan wayang golek diyakini mulai berkembang di pesisir utara Jawa, seperti Cirebon, dan wilayah Parahyangan pada sekitar abad ke-16, pada masa penyebaran Islam.
Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati sering disebut sebagai tokoh yang menggunakan wayang sebagai media dakwah dan penyampai pesan moral. Keterangan tersebut digunakan sebagai atribusi sejarah yang masih bersifat umum, bukan sebagai kepastian tunggal mengenai seluruh proses perkembangannya.
Wayang golek secara umum dipahami sebagai pengembangan dari wayang kulit agar dapat dipertunjukkan pada siang hari. Pertunjukannya umumnya menggunakan bahasa Sunda dan banyak mengadaptasi kisah Mahabharata serta Ramayana.
Warisan pertunjukan tersebut menjadi konteks penting bagi keberadaan kerajinan wayang golek masa kini, termasuk karya Wayang Golek Waris yang berangkat dari keterampilan mengukir kayu di Jawa Barat.
Wawancara TabloidHitz bersama Risna Jaya
Pewawancara: Irfantraveller,
Tanya: Bagaimana awal Risna Jaya merintis dan menekuni Wayang Golek Waris sejak 1987?
Jawab: Catatan jawaban narasumber: Wayang Golek Waris dirintis dan ditekuni Risna Jaya sejak 1987. Usaha ini berawal dari keterampilan mengukir kayu.
Tanya: Bagaimana pengalaman Wayang Golek Waris menerima pesanan cendera mata berupa maskot untuk ajang olahraga internasional di Catalonia, Spanyol?
Jawab: Catatan jawaban narasumber: Karya Golek Waris pernah menerima pesanan cendera mata berupa maskot untuk ajang olahraga internasional di Catalonia, Spanyol. Nama ajang, waktu pelaksanaan, nama klien, nama maskot, dan rincian proses pesanan perlu dikonfirmasi langsung.
Tanya: Bagaimana karya Wayang Golek Waris dapat dipasarkan ke Jerman dan Jepang?
Jawab: Catatan jawaban narasumber: Karya Wayang Golek Waris telah dipasarkan ke Jerman dan Jepang.
Tanya: Apa tantangan yang dihadapi perajin dalam mempertahankan dan mengembangkan kerajinan wayang golek?
Pelestarian Budaya dan Peluang Pasar Internasional
Kiprah Wayang Golek Waris menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan bersama dengan pengembangan karya kerajinan. Dari keterampilan mengukir kayu yang ditekuni sejak 1987, Risna Jaya membawa nama Wayang Golek Waris dari Kampung Cikarawang hingga menjangkau Jerman, Jepang, dan Catalonia, Spanyol melalui pengalaman pesanan cendera mata berupa maskot untuk ajang olahraga internasional.
Pencapaian tersebut menegaskan nilai penting wayang golek sebagai bagian dari warisan budaya Jawa Barat sekaligus memperlihatkan peluang pasar internasional bagi kerajinan tradisional. Dengan tetap menjaga konteks budaya dan ketelitian proses berkarya, Wayang Golek Waris menjadi contoh bahwa karya lokal dapat memiliki daya jangkau global.
Referensi liputan
