Hai Sahabat tabloidhitz, bagi rekan-rekan pecinta buku bisa hadir di Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 yang berlangsung dari tanggal 30 September hingga 4 Oktober 2026 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), IIBF adalah pameran buku internasional bergengsi yang diadakan setiap 1 kali dalam setahun dan menjadi pusat perhatian para penggiat literasi, penulis, penerbit, hingga pembaca dari berbagai kalangan.
Jumat, 2 Oktober 2026 Team tabloidhitz.com Irfantraveller berkesempatan meliput langsung keseruan pameran yang dipadati oleh stan-stan penerbit ternama lokal maupun manca negara.
Partisipasi Negara Sahabat: China, Turki, UEA, Hingga Malaysia
Selain kehadiran penerbit papan atas dalam negeri seperti Gramedia Group, Mizan Group, Penerbit Erlangga, Rajagrafindo Persada, dan Balai Pustaka, IIBF 2026 semakin bergengsi dengan hadirnya perwakilan dari berbagai negara sahabat:
* China: Mengusung paviliun megah bertajuk China Publication / Reading China yang memajang ragam buku kebudayaan, sejarah, hingga literatur anak.
* Uni Emirat Arab (UEA): Dihadiri oleh delegasi Abu Dhabi Forum for Peace, UAE Council for Fatwa, serta Menassah UAE.
* Turki: Diwakili oleh jajaran penerbit dan lembaga kebudayaan seperti Ministry of Turkiye dan Hakikat Bookstore Turkiye.
* Malaysia: Menampilkan paviliun Malaysia Madani yang didukung oleh penerbit utama seperti Penerbit UKM dan ITBM.
Hadir juga Booth dari Yayasan Harapan Kita di booth ini pengunjung bisa melihat aneka buku biografi mengenai mengenai presiden RI ke 2 bapak H.Muhamad Suharto juga First Lady Indonesia Ibu Tien Suharto.beberapa buku diantaranya adalah
• Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya — Otobiografi yang ditulis oleh G. Dwipayana dan Ramadhan K.H., memaparkan kisah hidup Soeharto dari masa kecil hingga memimpin Indonesia.
• Anak Desa: Biografi Presiden Soeharto — Karya jurnalis asal Jerman, O.G. Roeder, yang membahas latar belakang kehidupan masa kecil dan awal karier Soeharto secara mendalam.
• Soeharto: The Life and Legacy of Indonesia’s Second President — Buku karya sejarawan Prof. R.E. Elson yang mengupas perjalanan politik dan warisan kepemimpinan Orde Baru.
• Ensiklopedi Presiden Republik Indonesia: Soeharto — Buku referensi ensiklopedis yang merangkum karier militer, kebijakan pembangunan, hingga dinamika akhir kekuasaannya
Lalu juga ada buku “mengenai ibu Hj, Tien Suharto yaitu
• Siti Hartinah Soeharto: Ibu Utama Indonesia (disusun oleh Abdul Gafur, 1992/1996) – Buku Biografi di Kemlu ini mengupas perjalanan hidup, latar belakang budaya Surakarta, serta kontribusi Ibu Tien dalam bidang kebudayaan, kesejahteraan keluarga, dan pembangunan nasional.
• Ibu Tien Soeharto dalam Pandangan dan Kenangan Para Wanita: Rangkaian Melati (editor Abdul Gafur, 1996) – Buku ini menghimpun kesan, kenangan, dan pandangan personal dari banyak tokoh perempuan Indonesia mengenai sosok Ibu Tien.
• Pahlawan Nasional Hj. Fatimah Siti Hartinah Soeharto (terbitan PT Citra Media Persada, 1997) – Buku setebal sekitar 450 halaman yang menyoroti jejak perjuangan, aktivitas, serta patriotisme beliau sebagai Ibu Negara.
• Ibu Negara Tien Soeharto: Dalam Percakapan Pers (karya Hendrowinoto dan Nurwinwa Ki S., 2025) – Buku yang merekam bagaimana media massa dan pers memperbincangkan figur serta dinamika kepemimpinan Ibu Tie
Beragam Kegiatan Interaktif, Edukatif, dan Pentas Seni
Tak hanya berburu diskon buku dan promo spesial pameran, para pengunjung IIBF 2026 yang juga terintegrasi dengan Indonesia International Children’s Book Festival 2026 disuguhkan dengan padatnya jadwal acara interaktif:
* Temu Penulis & Bedah Buku: Diskusi literasi, peluncuran karya baru, talkshow, dan storytelling anak yang tersebar di Main Stage, Lobby Stage, hingga Children’s Book Fest Stage.
* Kuis & Sesi Berhadiah: Berbagai kuis dan kegiatan membagikan suvenir menarik dari para eksibitor.
* Demonstrasi Seni Grafis: Di booth VIP Kementerian Kebudayaan RI, pengunjung menyaksikan langsung demonstrasi seni grafis tradisional Cukil Kayu oleh seniman Syahrizal Pahlevi.
* Pertunjukan Musik Tradisional: Suasana pameran semakin hidup dengan lantunan musik tradisional Papua yang dibawakan oleh Manbefor Group.
Catatan Liputan Irfantraveller
Gelaran IIBF 2026 tidak sekadar menjadi ajang jual beli buku, tetapi juga panggung pertukaran budaya dan wawasan antarnegara. Antusiasme pengunjung yang memadati arena JCC membuktikan bahwa minat baca dan apresiasi masyarakat terhadap dunia literasi tetap tinggi.

