“Hai sahabat tabloidhitz, beberapa waktu yang lalu Irfan berkunjung ke Museum Pusaka, sebuh museum yang koleksinya berupa aneka senjata tradisional Indonesia dari pedang, golok, keris, kujang, rencong dll ? “.
Seperti apakah ragam koleksi dan sejarahnya, yuk ikuti liputannya kali ini.
Melalui liputan visual dan dokumentasi Irfantraveller (dalam video Koleksi pusaka Keris, Kujang,, Tombak, Rencong Di Museum pusaka TMII)

Sahabat tabloidhitz diajak menelusuri betapa megahnya warisan leluhur bangsa ini. Museum Pusaka TMII bukan sekadar gudang senjata kuno, melainkan pusat pelestarian mahakarya metalurgi dan karya seni tinggi yang usianya mencapai ratusan tahun.
Menyimpan Lebih dari 5.600 Koleksi Legendaris
Begitu melangkahkan kaki ke dalam gedung seluas 1.535 meter persegi ini, pengunjung akan disambut oleh ribuan koleksi pusaka bersejarah yang kini mewakili pusaka dari 26 provinsi di Indonesia.
Di sini, Anda berkesempatan untuk melihat langsung pusaka-pusaka langka yang sering Anda dengar dalam legenda dan cerita tutur, seperti:
- Keris Nagasasra Sabuk Inten yang termasyhur dari zaman Mataram.
- Kujang pusaka peninggalan zaman Kerajaan Pajajaran.
- Keris Singa Barong Tinatah Mas yang berlapis kemewahan.
- Belati dan Kudi dari Kerajaan Mataram dan Tuban.
- Karih dari Sumatra dan Rencong dari Aceh.
Setiap bilah senjata menampilkan pamor (ragam hias pada bilah) yang rumit, yang membuktikan betapa canggihnya ilmu tempa logam para empu di masa lalu.
Edukasi, Budaya, dan Ruang Sang Empu
Diresmikan pada tanggal 20 April 1993 oleh Presiden Soeharto, Museum Pusaka menawarkan pengalaman interaktif yang lebih dari sekadar melihat pajangan di dalam etalase.
Bagi Anda yang penasaran bagaimana sebilah keris sakti diciptakan, museum ini menghadirkan replika Besalen—yakni ruang kerja atau bengkel tradisional tempat para “Empu” (ahli pembuat keris) bekerja lengkap dengan perapian dan peralatannya. Ruang pameran juga memberikan informasi detail mengenai rincian anatomi pusaka, zaman pembuatan, hingga jenis-jenis kayu pembuat sarung (warangka) pusaka.
Selain pameran tetap, Museum Pusaka adalah museum yang “hidup”. Secara berkala, museum ini memfasilitasi kegiatan kebudayaan yang menarik, antara lain:
Penjamasan Pusaka: Ritual perawatan dan pencucian pusaka agar bilah senjatanya tetap terawat.
Konsultasi Pusaka: Layanan bagi masyarakat umum yang ingin membedah sejarah atau asal-usul pusaka milik pribadi mereka.
Bursa Pusaka: Ruang khusus bagi kolektor untuk menambah koleksi benda pusaka.
Destinasi Wisata Edukasi bagi Setiap Usia
Di tengah arus modernisasi yang begitu cepat, Museum Pusaka TMII berdiri sebagai pengingat visual yang kuat mengenai mahakarya seni kriya Nusantara. Mempelajari dan melihat langsung pusaka-pusaka ini akan menumbuhkan rasa bangga yang luar biasa terhadap identitas bangsa.
Museum ini buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, berlokasi strategis di jalur selatan kompleks TMII, tepat di antara Museum Keprajuritan dan Museum Serangga. Jika Anda mencari destinasi akhir pekan yang penuh edukasi, bernilai estetika tinggi, dan menyimpan sedikit misteri sejarah masa lalu, Museum Pusaka TMII adalah pilihan yang sangat sempurna.
Yuk Video lengkapnya di Channel Youtube Irfantravellerhttps://www.youtube.com/watch?v=oD0UNkTe4XQ
Sahabat yang tertarik berwisata Ke Museum Pusaka TMII baik untuk pribadi, rombongan, sekolah
Bisa menghubungi Irfantraveller Di WA 6281310219179
Instagram @tabloidhitz-com
Tiktok @irfantraveller21
