Halo sahabat Tabloidhitz, Alpukat adalah buah yang banyak di sukai selain rasanya enak, buah ini juga memiliki kandungan vitamin dan oksidan yang sangat bagus untuk menjaga kesehatan. Dalam artikel kali ini kita mengajak sahabat tabloidhitz berkunjung ke tempat penanaman Alpukat Miki yang berada di wilayah Jawa Barat, tepatnya kecamatan Leuwiliang.
Alpukat miki adalah salah satu varietas dari alpukat.Varietas ini dijuluki sebagai “raja” di karena memiliki rasa buah yang lezat, pohon yang genjah (cepat berbuah), dan relative lebih tahan terhadap serangan hama.

Dan inilah alasan mengapa varietas ini banyak di tanam
1. Daging Buahnya Yang Lembut Dan Rasa Manis
Alpukat Miki termasuk dalam golongan Alpukat Mentega dan saat membukanya kita akan menemukan daging buah yang
- Tekstur: Pulen, lembut, dan creamy tanpa kandungan air yang berlebih.
- Rasa: Gurih dengan sentuhan manis saat buah benar-benar tua.
- Tanpa Getir: Berbeda dengan jenis alpukat biasa, alpukat Miki tidak memiliki rasa pahit atau getir.
- Serat Minimal: Daging buahnya bersih, halus, dan bebas dari serat-serat kecil yang sering mengganggu lidah.
2. Daunnya Kurang Di Sukai Ulat”
Hal yang menjadi kesulitan bagi para penanam buah adalah keberadaan ulat yang menjadi hama tanaman yang unik dari Alpukat Miki adalah punya cara agar daunnya tidak di sukai ulat . Hal ini terjadi karena Menurut Bapak Sobir PhD (Pusat Kajian Buah Tropika), daun Alpukat Miki mengandung enzim Anti-Protease. Enzim ini menghambat kemampuan ulat untuk memecah protein dalam tubuhnya. Akibatnya, pertumbuhan ulat terhenti dan mereka tidak bisa berkembang biak di pohon ini.
3. Produktivitas Tinggi dan Cepat Berbuah
Alpukat Miki dikenal sangat genjah. Petani tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk menikmati hasilnya. Seperti yang kami amati di kebun alpukat di Leuwiliang ini masuk ke tahun ke 5 pohonnya sudah mulai menghasilkan buah . Dalam satu tangkai kecil bisa tergantung empat buah sekaligus. Berat per buah di tangkai itu berkisar 400 sampai 500 gram.
4. Kisaran Penghasilan dalam 1 tahun
Untuk potensi panen dari 1 pohon dewasa bisa menghasilkan 100 Kg buah alpukat miki dalam 1 tahun. Bila petani memiliki 100 buah pohon alpukat miki maka jumlah hasil panen mncapai 10 ton buah alpukat per tahun. Kisaran harga buah alpukat di Tingkat petani adalah Rp 25 ribu/kg maka pendapatannya adalah Rp 250 juta / tahun. Bila petani menjual langsung ke konsumen harga jualnya adalah Rp 40 rb maka hasil yang didapatkan dalam 1 tahun adalah Rp 400 juta/tahun. Bila jumlah pohon alpukat yang dimiliki lebih banyak dan harga jual alpukat lebih tinggi tentu hasil jualnya akan lebih besar lagi.
4. Adaptasi Luas: Dari Kebun hingga Pot (Tabulampot)
Alpukat Miki juga sangat adaptif. Meski alpukat umumnya tumbuh subur di dataran tinggi (300–1400 mdpl), Alpukat Miki tetap mampu berproduksi dengan baik di dataran rendah di bawah 300 mdpl tanpa perlakuan khusus.
Bagi sahabat tabloihitz yang memiliki lahan terbatas, Alpukat Miki adalah kandidat terbaik untuk Tabulampot (Tanaman Buah dalam Pot).
- Syarat: Gunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif (okulasi/sambung pucuk), bukan dari biji.
- Tips: Di dataran rendah (bawah 400 mdpl), tabulampot memerlukan nutrisi dan penyiraman yang lebih terkontrol agar tetap rajin berbuah.
Menanam Alpukat Miki juga bisa menjadi salah satu investasi yang layak diperhitungkan karena hasil buah yang berkesinambungan, buah alpukat miki juga sukai dan harga jualnya tinggi, selain itu tanah yang di beli untuk menjadi Perkebunan juga merupakan asset yang nilainya terus naik Video saat memanen alpukat miki bisa di lihat di https://www.instagram.com/p/DU2x3J4D9GJ/?hl=en
