Hai sahabat tabloidhitz, dalam jelajah wisata sejarah kali ini kita akan ke sebuah candi yang menjadi simbol nyata toleransi umat beragama dan cinta sejati. Nama candi nya adalah Candi Plaosan yang di bangun di abad 9 M di era Kerajaan Mataram kuno, Kerajaan besar yang membangun Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Lokasinya Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Klaten.

Banyak cara mengungkapkan cinta kepada pasangan namun yang dilakukan oleh Raja Rakai Pikatan raja Kerajaan Mataram Kuno kepada permaisurinya Ratu Pramodhawardhani berada di level yang berbeda. Selain melanjutkan Pembangunan candi Borobudur yang di mulai oleh mertuanya Prabu Samaratungga. Rakai Pikatan juga memprakarsai dibangunnya candi Plaosan sebagai bentuk penghormatan dan cinta kepada Ratu Pramodhawardhani. Dan fakta yang menarik raja Rakai Pikatan beragama Hindu dan istrinya Ratu Pramodhawardhani beragama Buddha. Jadi pantas bila dikatakan candi Plaosan tidak hanya sebagai monument cinta sejati namun juga monument toleransi antar umat beragama.

Komplek candi Plaosan terbagi menjadi dua yaitu candi Plaosan Lor dan candi Plaosan Kidul.
Candi Plaosan Lor (Utara): Merupakan kompleks yang lebih luas dan terawat dengan baik. Di sini terdapat dua candi induk utama yang dikelilingi oleh:116 Stupa Perwara (stupa pendamping) dan 50 Candi Perwara (candi kecil pendamping).
Candi Plaosan Kidul (Selatan): Terletak beberapa meter di sebelah selatan, kompleks ini memiliki skala yang lebih kecil dengan sisa-sisa bangunan yang sebagian besar berupa stupa.

Mengenal Relief di candi Plaosan: Filosofi Pria dan Wanita
Aspek paling memikat dari Candi Plaosan Lor adalah keberadaan candi induk “kembar” yang memiliki perbedaan detail mendalam pada bagian reliefnya:
Candi Induk Utara
Fokus relief nya adalah tokoh-tokoh Wanita, relief ini menggambarkan Ratu Pramodhawardhani atau para Biksuni dan Kesan yang terlihat adalah sisi feminism lembut dan anggun.
Candi Induk Selatan
Relief di bagian ini folus kepada tokoh-tokoh laki-laki. Menggambarkan Rakai Pikatan atau para Biksu Kesan yang terlihat adalah sisi maskulin yaitu tegas dan berwibawa.
Dari relief-relief di atas kita bisa melihat tema kesetaraan dan keharmonisan. Candi Plaosan adalah bukti dalam spiritualitas dan kehidupan, unsur maskulin dan feminin saling melengkapi untuk mencapai keseimbangan yang sempurna.
Lokasi dan Aksesibilitas
Sekitar 1 km ke arah timur laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan jadi kita bisa mengunjungi 3 candi dalam 1 waktu
Waktu Terbaik Berkunjung
Sebaiknya datang berkunjung pada sore hari saat matahari terbenam (sunset), karena cahaya keemasan yang jatuh di sela-sela candi menciptakan suasana yang cantik.
Tiket Masuk Candi Dan Jam Buka
Jam Buka: 08.00 – 17.00 WIB (Senin – Minggu).
Harga Tiket: Rp10.000 per orang.Parkir: Motor Rp3.000, Mobil Rp5.000.
Video perjalanan lengkap bisa di lihat di https://www.youtube.com/watch?v=8lZJpAp1p4Y
Artikel dan video di ambil Irfantraveller (Fotografer, Tour Guide, konten kreator)
Punya rencana travelling sejarah, budaya, kuliner, nusantara hubungi kami WA 081310219179
https://www.instagram.com/irfantraveller/
https://www.tiktok.com/@irfantraveller21
