sin tek bio pasar baru

Jejak Sejarah: Dari Rawa Menjadi Pusat Kota

Hai sahabat tabloidhitz menjelang imlek 2026  kita akan menulis artikel mengenai budaya Tionghoa, kita mulai dari sebuah bangunan klenteng yang sudah berdiri sejak tahun 1698, yaitu klenteng Sin Tek Bio (vihara Dharma Jaya). Klenteng ini ternyata  dibangun jauh sebelum Pasar Baru menjadi kawasan komersial yang kita kenal sekarang. Di masa  itu, wilayah ini masih berupa hutan belantara dan rawa-rawa yang liar.

Ada dugaan kuat, pembangunan klenteng para petani Tionghoa yang bermukim di tepian Sungai Ciliwung.kalau kita lihat memang Sungai Ciliwung tepat berada di depan gerbang masuk pasar baru. Keberadaan petani ini menjadi pondasi awal kehidupan masyarakat di sana, masa sebelum gedung-gedung megah bergaya colonial seperti Stadsschouwburg (kini di kenal sebagai Gedung Kesenian Jakarta), lalu kantor pos yang kini di kenal sebagai Pos Bloc, Gedung Antara dan gedung-gedung lainnya mulai bermunculan di abad 19 masehi.

Sang Pelindung di Tengah Pasar

Klenteng  Sin Tek Bio menjadi tempat bagi para pedagang dan warga sekitar untuk memohon keselamatan serta keberkahan dalam usaha.

Penghuni Altar Utama

Sebagai tour guide yang sering membawa tamu mengunjungi klenteng di Jakarta team tabloidhitz saat masuk ke dalam klenteng kita akan melihat patung dewa dan dewi di meja altar.

  • Hok Tek Ceng Sin (Dewa Bumi dan Rezeki): Menempati tempat  yang paling besar, beliau juga dikenal sebagai Dewa Dagang. Hampir setiap pasar tradisional di Jakarta memiliki klenteng yang didedikasikan untuknya guna memohon kelancaran usaha.
  • Dewi Kwan Im (Dewi Welas Asih): Menempati gedung lain, sosoknya dipercaya selalu siap menolong manusia yang sedang terjepit dalam kesulitan hidup.
  • Kwan Seng Tee Kun: Dewa yang melambangkan kesetiaan, kejujuran, dan keberanian.
  • To Ti Pa Kong: Dewa penjaga tanah lokal yang memberikan perlindungan bagi lingkungan sekitar.
  • Selain dewa dan dewi di atas juga ada dewa dan dewi lainnya.

Klenteng Sin Tek bio terdiri dari dua lantai untuk lantai dua juga ada patung dewa dan dewi. Salah satu pertunjukkan budaya ribuan tahun yang di bawa komunitas Tionghoa yang datang ke Nusantara yaitu wayang potehi bisa kita saksikan di hari-hari tertentu dan terbuka untuk di umum. Video nya bisa sahabat saksikan di video yang kami ambil https://www.youtube.com/watch?v=xf_v9r9njAA
Fakta paling menarik ternyata para pemain wayang potehi ini adalah warga pribumi dan beragama Islam sebab saat waktu sholat dhuhur dan ashar pertunjukkan akan di jeda dahulu selain istirahat, makan juga untuk menunaikan ibadah sholat. Inilah bukti nyata toleransi antar umat beragama di Indonesia dan berbaurnya komunitas Tionghoa dan pribumi
Bagi sahabat yang ingin berkunjung ke klenteng sin tek bio, tempat ini buka setiap hari dari pagi sampai sore, sebelum masuk ke dalam klenteng. Minta ijin dahulu kepada petugas klenteng dan hargai umat yang sedang berdoa.
Video mengenai Klenteng Sin Tek Bio sudah kami tayangkan di channel youtube https://www.youtube.com/watch?v=KykmnlWP-Cw

Irfantraveller bersama Tabloidhitz juga mengdakan tour baik privat maupun kelompok bagi rekan-rekan yang ingin berwisata sejarah, kuliner, budaya di Jakarta maupun kota-kota lain untuk tour yang pernah dijalankan bisa di lihat di https://www.instagram.com/irfantraveller/?hl=en dan No Wa 081310219179

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *