Halo sahabat tabloidhitz, ada yang pernah ke Solo dan berkunjung ke keraton Soli. Kali ini kita akan eksplor Museum Keraton Solo yang berada di dalam komplek keraton Solo. Nama resminya adalah Museum Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta. Bagi yang punya rencana berwisata Sejarah ke Solo, museum ini adalah tempat yang tepat untuk mempelajari sejarah.

Sejarah Singkat Gedung
Di masa PB X (1893–1939) bangunan ini difungsikan sebagai pusat administrasi kerajaan. Masuk tahun 1963 menjadi Museum Art Gallery dan sejak saat itu bangunan ini menjadi museum yang menyimpan koleksi berbagai benda-benda bersejarah keraton Surakarta
Koleksi Museum
Museum ini luas dan beberapa koleksi pentingnya adalah
- Foto-foto raja yang pernah bertakhta dan furniture dari meja dan kursi yang duku pernah digunakan lalu silsilah raja-raja Kasunanan Surakarta.
- Kemudian kereta kuda yang bernama Kereta Kanjeng Kyai Grud. Ini merupakan kereta kencana tertua di Museum ini, sejatinya kereta kencana ini dibuat di Belanda (1715-1728) dan dihadiahkan oleh VOC kepada Pakubuwono II. Kereta kuda bersejarah ini digunakan dalam Boyong Kedhaton atau pemindahan keraton dari Kartasura ke Surakarta di pada 1745, dan bila kereta kuda di tarik kuda maka kereta kencana ini di tarik oleh delapan kerbau/sapi.
- Banyak yang belum tahu bahwa kasunanan Surakarta sempat menjadi daerah Istimewa. Ceritanya saat Kemerdekaan bangsa Indonesia diproklamasikan di tahun 1945, sama seperti kesultanan Yogya dan kadipaten pakualaman maka Kasunanan Surakarta bersama kadipaten Pakualaman juga menyatakan bergabung ke dalam bagian Republik Indonesia. Dan di museum ini kita bisa melihat maklumat yang ditandatangani dan diumumkan oleh Sunan PB ke XII di tanggal 1 September 1945 yang menyatakan bergabung ke Negara Republik Indonesia. Piagam Kedudukan Surakarta sebagai daerah Istimewa yang ditandatangani ole presiden pertama RI bapak Ir. Sukarno di tanggal 19 Agustus 1945 juga bisa kita lihat.
- Meriam tua, aneka senjata dari tombak, keris, panah, busur, pedang dan lainnya bisa kita lihat di kotak kaca
Gambaran prajurit kraton di masa lalu lengkap dengan seragam, topi dan senjata dalam bentik manekin bisa kita temui di ruangan. - Sebagai pelindung budaya museum keraton solo juga menyimpan koleksi wayang, perangkat musik gamelan, aneka topeng yang dikenakan penari topeng tersimpan rapi di dalam lemari kaca.
- Ternyata Sunan PB VI (PB VI) sebelum naik tahta bernama Raden Mas Sapardan adalah tokoh yang ikut membantu perjuangan pangeran Dipenogoro dalam perang Jawa (berlangsung dari 1825-1830) yang hampir membuat Belanda Bangkrut dan negara Belgia merdeka dari Belanda. Kerjasama ini dilakukan secara sembunyi agar tidak menarik kecurigaan Belanda. Sayang pada akhirnya kerjasaam ini diketahui Belanda dan berakibat dibuangnya PB VI ke Ambon dan wafat di sana. Pada tahun 1957 jasad Pakubuwana VI dipindahkan dari Ambon ke Astana Imogiri, yang merupakan kompleks pemakaman keluarga raja keturunan Mataram. Di museum keraton Solo ini ada diorama yang menggambarkan pertemuan pangeran Dipenogoro dengan sunan PB VI.



Video saat kami berkunjung ke Museum Keraton Solo bisa disaksikan di https://www.youtube.com/watch?v=eynkrfiUS6w
Artikel dan video di ambil Irfantraveller (Fotografer, Tour Guide, konten kreator)
WA 081310219179
https://www.instagram.com/irfantraveller/
https://www.tiktok.com/@irfantraveller21
