Hai sahabat tabloidhitz, sebelum berdirinya Kerajaan-kerajaan di Nusantara dan nenek moyang kita dapat membangun candi-candi besar yang menjadi warisan dunia. Sudah ada kebudayaan lebih tua, kita mengenalnya dari peninggalannya berupa kubur batu, lukisan di gua, dan lainnya. Dan kali ini kita akan mengajak sahabat mengunjungi Megalitikum Cipari yang berada di lereng Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan.

Video saat Irfan berkunjung ke situs Megalitikum Cipari Kuningan sudah tayang di channel youtube Irfantraveller https://www.youtube.com/watch?v=D1tXeU_oP4o
Situs bersejarah ini berlokasidi Kampung Cipari, Desa Cigugur, Jawa Barat, berada di ketinggian 661 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sekitar empat kilometer dari pusat Kota Kuningan sehingga mudah dikunjungi.
Awaal penemuannya terjadi di tahun 1972 ketika warga menemukan sebuah peti kubur batu. Kemudian dilakukanlah penelitian dan penggalian berikutnya sehingga di tahun 1975, ekskavasi sistematis dilakukan di bawah pimpinan arkeolog Teguh Asmar dan bebda-benda yang ditemukan selama penggalian kini bis akita lihat di museum yang ada di situs bersejarah ini.
Melihat Jejak Peradaban Manusia
Setelah dilakukan analisis terhadap lapisan tanah (stratigrafi) dan benda-benda yang ditemukan diketahui Cipari mengalami dua gelombang pemukiman utama:
- Masa Akhir Neolitik: Era di mana manusia mulai menetap dan bercocok tanam.
- Awal Masa Perunggu: Periode pengenalan teknologi logam yang diperkirakan berlangsung antara 1000 SM hingga 500 SM.

Daya tarik utama situs ini adalah karakteristik bangunannya yang bersifat megalitik (batu besar). Di sini, pengunjung bisa melihat langsung:
- Peti Kubur Batu: peti terbuat dari batu untuk mengubur jenazah
- Menhir: Monumen besar dan tinggi terbuat dari batu yang menjadi tempat pribadatan
- Pondasi Bangunan: Sisa-sisa struktur yang membuktikan bahwa tempat ini dulunya adalah sebuah desa yang terorganisir.

Saat masuk ke museum Cipari kita akan bisa melihat benda-benda yang ditemukan saat penggalian berupa :
- Perkakas Dapur: Alat-alat yang digunakan untuk mengolah makanan.
- Gerabah: Wadah terbuat dari tanah liat dengan berbagai
- Perunggu: Bukti Masyarakat saat itu sudah mengenal teknologi peleburan dan penempaan logam.
Irfantraveller bersama Tabloidhitz juga mengdakan tour baik privat maupun kelompok bagi rekan-rekan yang ingin berwisata sejarah, kuliner, budaya di Jakarta maupun kota-kota lain untuk tour yang pernah dijalankan bisa di lihat di https://www.instagram.com/irfantraveller/?hl=en dan hubungi kami di WA 6281310219179
WA 6281310219179
